Dia memang hanya dia
Ku selalu memikirkannya
Tak pernah ada habisnya
Benar dia, benar hanya dia
Ku selalu menginginkannyaBelaian dari tangannya
Mungkin hanya dia
Harta yang paling terindah
Di perjalanan hidupkuSejak derap denyut nadiku
Mungkin hanya dia
Indahnya sangat berbeda
Ku haus merindukannyaReff:
Ku ingin kau tahu isi hatiku
Kaulah yang terakhir dalam hidupku
Tak ada yang lain, hanya kamu
Tak pernah ada
Takkan pernah adaBenar dia, benar hanya dia
Ku selalu menginginkannya
Belaian dari tangannya
Mungkin hanya dia
Indahnya sangat berbeda
Ku haus merindukannyaBack to Reff:
Ku ingin kau selalu di pikiranku
Kau yang selalu larut dalam darahku
Tak ada yang lain, hanya kamu
Tak pernah ada
Takkan pernah ada
Nopember 2009
Sel 24 Nop 2009
Ming 22 Nop 2009
Hey!!!
Kemana dulu ketika hati ini hanya untukmu?
Kemana dulu ketika ruang di hati ini hanya ada namamu?
Kemana dulu ketika pikiran ini hanya tertuju padamu?
Kemana dulu ketika aku masih mencintaimu?
Kemana dulu ketika aku masih sayang padamu?
Kemana dulu ketika aku memohon padamu agar kau tak tinggalkan aku?
Kemana dulu ketika aku menangisimu?
Kemana dulu ketika aku merengek agar kau tak pergi?
Kemana dulu ketika aku memintamu untuk berada disampingku?
Kemana? kemana? kemana?
Tak pernah kau perdulikanku!!!!
Tak pernah kau hiraukanku!!!
Tak pernah kau hargai aku!!!
Kau cuek padaku!!!
Kau tak artikan diriku!!!
Kini???
Tiba-tiba kau datang pada ku………..
Kau memohon padaku…..
Kau mengemis-emis padaku…
Bahkan sampai-sampai kau sujud di kakiku…
hanya untuk memohon agar aku mencintaimu lagi,
agar aku sayang dan menerimamu…
Apa kau pikir semudah itu menghilangakan sakit di hati ini!!!!!!!!!!!!!!
Dasar B*******!!!!!!!!!!!!!
Ming 15 Nop 2009
Berapapun cinta datang padamu
Tak akan ku takut
Berapapun hati menghapirimu
Tak akan ku takut
Reff
Karna aku cinta terakhir yang t’lah kau nanti
Menanti jawabnya
Juga aku labuhan akhir
Tempat kau berlabuh sampai kau mati
Seindah bintang hiasi malam
Layaknya itulah aku
Hoo.. Layaknya itulah aku
Back to Reff
By : DOMINO
Jum 13 Nop 2009
Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun,
hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik
bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.
Tina: “Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
waktu denganku.”
Peter: “Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua
saja yang tidak punya pasangan sekarang.”
(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
Tina: “Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?”
Peter: “Eh? permainan apaan?”
Tina: “Eng… gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi
pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?”
Peter: “Baiklah…. lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan
ke depan.”
Tina: “Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya… semangat dong! hari ini akan
jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?”
Peter: “Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen
deh. katanya film itu bagus”
Tina: “OK dech…. Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke
karaoke ya…
ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru.”
Peter : “Boleh juga…”
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
malam harinya)
Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati
mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah
kalung perak berliontin bintang untuk Tina.
Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat
Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli
sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di
foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
berpegangan tangan untuk pertama kalinya.
Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena
tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina
dengan lembut.
Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri,
langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka
duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan
suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan
melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.
Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan
kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam
hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu
menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang
tahunnya.
Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.
Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Tina
penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya
mengatakan “Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang”, kemudian peramal itu
meneteskan air mata.
Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi
karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan
berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya
pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan
mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.
Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana.
Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.
15:20 pm
Tina: “Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar.”
Peter: “Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
mau minum apa?”
Tina: “Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar ya”
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.
15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.
Peter : “Ada apa pak?”
Orang asing: “Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
adalah temanmu”
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak
tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
23:53 pm
Dokter: “Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih
bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan
surat ini dalam kantung bajunya.”
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi
terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan
erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat
dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.Dear Peter…
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang
hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh
malam itu di pantai,
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi
kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.
23:58
Peter: “Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99
hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku
kesepian!
Tina, Aku sayang kamu…!”
Jam dinding berdentang 12 kali…. jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100…
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.
*Dear Friends* ,
*
Tahukah anda* kalau orang yang kelihatan begitu tegar
hatinya, adalah orang
yang sangat lemah dan butuh pertolongan?
*
Tahukah anda* kalau orang yang menghabiskan waktunya
untuk melindungi
orang lain adalah justru orang yang sangat butuh
seseorang untuk
melindunginya?
*
Tahukah anda* kalau tiga hal yang paling sulit untuk
diungkapkan adalah :
Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku
*
Tahukah anda* kalau orang yang suka berpakaian *warna
merah* lebih yakin
kepada dirinya sendiri?
*
Tahukah anda* kalau orang yang suka berpakaian *kuning
* adalah orang yang
menikmati kecantikannya sendiri?
*
Tahukah anda * kalau orang yang suka berpakaian *hitam
*adalah orang yang
ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan
pengertian anda?
*
Tahukah anda * kalau anda menolong seseorang,
pertolongan tersebut
dikembalikan dua kali lipat?
*
Tahukah anda* bahwa lebih mudah mengatakan perasaan
anda dalam tulisan
dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara
langsung? Tapi tahukah
anda bahwa hal tsb akan lebih bernil ai saat anda
mengatakannya dihadapan
orang tsb?*
Tahukah anda* kalau anda memohon sesuatu dengan
keyakinan, keinginan anda
tsb pasti dikabulkan?
*
Tahukah anda* bahwa anda bisa mewujudkan impian anda,
spt jatuh cinta,
menjadi kaya, selalu sehat, jika anda memintanya dengan
keyakinan, dan
jika anda benar2 tahu, anda akan terkejut dengan apa
yang bisa anda
lakukan.
taken from : My Inbox FB
Rab 11 Nop 2009
Belajarlah mencintai 0rang yang hari ini masih mencintaimu, sebelum dia pergi dari dirimu.. Hari ini dia masih sangat mencintaimu..
Mungkin besok tak kan ada lagi cinta untukmu & mungkin besok kamu yang akan lebih mencintai dia disaat kepergiannya. Maka, jangan sia-siakan cinta yang sekarang ada didalam hati mu…..
Sen 9 Nop 2009
Sayang… jika kau ingin mengejarnya dan membiarkan aku sendiri. jangan lupa pamit padaku untuk yang terakhir kalinya ya…
agar aku bisa melepasmu dengan senyum merekah dibibir dan mendoakanmu selalu dan katakan “bahwa aku bahagia untukmu”
Ming 8 Nop 2009
Hei pujaan hati apa kabarmu
ku harap kau baik-baik saja
pujaan hati andai kau tahu
ku sangat mencintai dirimu
hei pujaan hati setiap malam
aku berdoa kepada sang Tuhan
berharap cintaku jadi kenyataan
agar ku tenang meniti kehidupan
* hei pujaan hati, pujaan hati
pujaan hati, pujaan hati
reff:
mengapa kau tak membalas cintaku
mengapa engkau abaikan rasaku
ataukah mungkin hatimu membeku
hingga kau tak pernah pedulikan aku
cobalah mengerti keadaanku
dan cobalah pahami keinginanku
ku ingin engkau menjadi milikku
lengkapi jalan cerita hidupku
hei pujaan hati, pujaan hati
hei pujaan hati setiap malam
aku berdoa kepada sang Tuhan
berharap cintaku jadi kenyataan
agar ku tenang meniti kehidupan
repeat *, reff
Ming 8 Nop 2009
Dia mencintaimu, lalu apa yang membuatmu ragu bahwa ia tak mencintaimu sepenuh hati? Jika kau tak ingin dia pergi, kenapa kau biarkan dia pergi? Dan kenapa tidak kau pertahankan dia? Jika memang kau takkan mampu untuk menghadapi dunia ini lalu kenapa kau biarkan dia pergi?
Jika memang aku sebagai batu kerikil yang menyandungmu, tendanglah aku hingga tak nampak lagi di hadapanmu sehingga jalanmu tak terhalangi lagi. Jika aku sebagai beban untukmu, letakkanlah beban itu lalu pergilah berlari sejauh-jauhnya dan jangan kau coba untuk membalikkan badanmu hanya untuk melihatku. Jika aku sebagai penghalang untukmu bahagia, maka singkirkanlah aku dari duniamu. Jika kau mencoba menjaga hatiku, kamu salah. Karena jika hatimu sendiri merasa terluka olehku, buat apa kau berpura-pura. Jika kau mencoba untuk melindungi perasaanku, lalu kenapa kau bohongi hatimu.
Pergilah…aku iklas (dalam mulut) tapi dalam hati aku belum bisa iklas dan aku akan (insya Allah) bisa iklas, semua ini hanya butuh proses dan hanya waktu yang akan menjawab serta mengobati perihnya hati ini.
Pergilah… aku takkan menghalangi jalanmu. Bukankah aku sudah sering katakan ini padamu.
Pergilah… aku tak mau kau merasa terbebani karena kasihan padaku dan terlalu mempedulikan perasaanku tapi ternyata kau membohongi hatimu.
Pergilah… aku tak mau kau berpura-pura dan berbohong pada hatimu.
Pergilah… aku tak mau kau tak mampu hadapi dunia ini, dan aku tak mau menjadi penyebab ketidakmampuanmu untuk hadapi dunia ini. Aku tak mau dipersalahkan.
Sayang… kerjalah dia, raih dia kembali dalam gengamanmu tak usah kau perdulikan aku, tak usah kau tengok kebelakang setelah kau berlari dan terengah-engah untuk mengejarnya hanya untuk melihatku, tak usah kau dengar rengekanku, tak usah kau perdulikan keadaanku, tak usah kau hiraukan perhatianku, tak usah kau hiraukan tangisanku, tak usah kau hiraukan sedihku, tak usah kau perdulikan ucapanku, cuekin aku, hapus aku dari semuanya, dan tinggalkan aku, hapus aku dari ingatanmu.
Aku akan baik-baik saja. Aku hanya butuh waktu untuk bisa mengembalikan keadaan perasaan ini. Kejarlah dia sebelum terlalu jauh berlari, dan ketika kau mendapatkannya gengamlah tangannya dan katakan padanya “jangan kau pergi dariku” dan jujurlah padanya bahwa kau tak mampu hadapi dunia ini tanpanya.
Sayang… aku akan baik-baik saja jangan khawatirkan aku.
Sayang… doakanlah aku saja agar aku bisa selalu tersenyum.
Aku akan ceria kembali esok hari…
Sayang… pergilah! Dia mencintaimu.
*Maaf jika kau kupanggil “sayang” dan maaf jika tidak berkenan*
Jum 6 Nop 2009
“Dek”, sebuah panggilan sederhana tapi entah kenapa aku suka banget kalau ada orang yang memanggilku dengan embel-embel itu sebelum namaku disebut. Syapapun yang panggil dengan embel-embel itu baik laki-laki maupun wanita (syarat : dia lebih tua, kecuali sodara) aku suka.
Mungkin bagi yang lain biasa aja atau “ngapain juga mau jadi ade, kan gak bisa berkuasa, selalu dianggap kecil,dll”, kata salah seorang sepupu.
Yaah entahlah mungkin karena aku anak pertama dan tak punya kakak, so menginginkan ada yang memanggilku ade, terlebih bisa bermanja kalau menjadi ade sementara kalau kakak (karena anak pertama) selalu dituakan, di jadikan tempat bermanja oleh ade-adenya.
Makanya ketika ada yang memanggilku ade, entah dia sadar atau ngga dengan memanggilku demikian, aku seneng,, dan bisa dipastikan akan senyum-senyum sendiri, kalau yang manggil itu bukan sepupu atau sodara.
Sel 3 Nop 2009
Adakalanya kita begitu yakin bahwa kehadiran seseorang akan memberi sejuta makna bagi isi jiwa. Sehingga…. saat seseorang itu pun hilang begitu saja… Masih ada setangkup harapan agar dia kembali….Walaupun ada kata-katanya yang menyakitkan hati…. akan selalu ada beribu kata maaf untuknya…. Masih ada beribu penantian walau tak pasti… Masih ada segumpal keyakinan bahwa dialah jodoh yang dicari sehingga menutup pintu hati dan sanubari untuk yang lain. Sementara dia yang jauh disana mungkin sama sekali tak pernah memikirkannya. Haruskah mengorbankan diri demi hal yang sia-sia??
Tak ada yang salah ketika fitrah itu datang pada hati manusia
yang salah hanyalah persepsi dan harapan yang terlalu berlebihan dari kedekatan itu, dan proses interaksi yang terlalu dekat sehingga timbul gejolak dihati….
Biarlah hal itu menjadi proses pembelajaran dan pendewasaan bagi kita untuk lebih hati - hati dalam menata hati dan melabuhkan hati
Biarkan cinta yang dulu pernah ada bermuara dengan sendirinya… disaat yang tepat… dengan seseorang yang tepat…. dan pilihan yang tepat……hanya dari Allah Swt. disaat dihalalkan-Nya.

