Perjalanan Hidupku

Sembuhkan luka ini

Sembuhkan luka ini Allah…

sakit…sakit…sakit…. saya gak kuat lagi.

Aku mohon, sembuhkan luka ini…. sampai kapan aku harus menahan rasa sakit ini…………

sakitttt Tuhan…. sakittt……. :((

February 8th, 2010 at 10:53 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink


Pliss Allah…

Allah, Yang Maha Menghendaki….

“Bila aku bukan bagian dari tulang rusuknya, kikislah pesonanya dari pandangan kedua mataku, pudarkanlah rasa ini. Pliss… Allah, Pliss…”

“Saya gak mau punya hati dengan yang bukan jodoh saya” mengutip jawaban seorang teman.

Kalau dia bukan orangnya, Pliss dong Allah jangan biarkan terus-terusan ada perasaan aneh dihati…

February 8th, 2010 at 7:41 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink


Thanks…

Buat temen2 seperjuangan terimaksih banyak telah saling  mensupport untuk menyelesaikan tugas akhir yang cukup melelahkan ini. Biarlah proses yang melelahkan ini diganti olehNya dengan sesuatu yg luar biasa kemudian hari, Amiiin. “Jangan liat prosesnya tapi nikmati hasilnya kemudian hari” nasehat salah seorang kakak yang tahun kemarin wisuda.

Walau hanya dengan kata “SEMANGAT-SEMANGAT” tapi itu penuh makna dan mempunyai energi yang luar biasa, memacu untuk terus berjuang sampai acc. Kata “Semangat2″ yang di lontarkan diantara kita adalah untuk saling mengingatkan ketika salah satu down. Ayooo tetap semangat ya yang belum meyelesaikan, yang sudah harus belajar karena kita InsyaAllah rabu or jumat akan sidang. Semoga semua lulus dengan nilai baik. Amiiiiiiiiiiiinnn…..

Semakin deg-degan and nervous neh menjelang sidang… hohohohoho…..

Semoga di beri kemudahan, kelancaran, tak dipersulit dan menghasilkan nilai baik. Amiiin Ya Rabb…………….

February 8th, 2010 at 6:26 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink


Terharu… Hiks…hiks…hiks…


Siang kemarin, minggu (7 februari 2010), ketika ku baru pulang dari sebuah pusat perbelanjaan, dalam perjalanan itu aku didalam sebuah angkot. Aku melihat seorang bpk separu baya menggeret gerobak.

Ya Tuhan… Sungguh kasian sekali bpk itu tadi, pasti merasa berat ketika menanjak jalanan itu dgn menggeret gerobak penuh berisi kayu. Aku liat letih itu, aku liat keriangat itu, aku liat lekukan dipipi itu yg menandakan dia merasa sangat berat untk membawa gerobak itu. Ya Tuhan..dia lakukan itu untuk mencukupi nafkah hr ini untuk anak dan istrinya. Hiks…hiks…hiks…

Sampai terharu aku melihatnya, bahkan ada setitik air di pelupuk mataku. Aku ingin membantunya mendorong karena tanjakan, tapi aku ada dalam angkot. Tuhan, beri dia kekuatan untuk menanjakkan gerobak itu dan beri bpk itu rejeki lebih hari ini. Amiiin….

Pelajaran hidup untuk hari ini bahwa kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita peroleh setiap detiknya.


February 8th, 2010 at 6:09 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink


Uuuuffffffff…………

Uuuuuffffffffffffff………………… MENYEBALKAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!

KESELLLLLLLLLLLLLL!!!!!!!!!!!!!!! MENJENGKELKAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ENYAH KAU DARI HADAPANKU DAN HIDUPKU!!!!!!!!!!!!!! PERGI AJA SONO KELAUTTTT!!!!!!!!!!!!

LOE PIKIR LOE SYAPA!!!!!!!!!!!! SOK BANGET SIEH JADI ORANG!!!!!!!!!!!!! SOMBONGGG!!!!!!!!!

BIKIN BADMOOD AJAH NIEH ORANG!!!!!!!!!!

PERGI-PERGI-PERGI!!!!!!!!!!!!!!!!

February 4th, 2010 at 8:45 am | Comments & Trackbacks (2) | Permalink


Tentang Melepaskan

Menyimpanmu di hatiku sama seperti menggengam mawar penuh duri

purple-rose-for-u-wallpaperDurinya melukai tangan dan jariku

Tapi merah dan wangi mawar yang khas justru membuatku menggenggamnya lebih erat

Alhasil aku semakin terluka

Luka di genggamanku makin dalam

Darah mulai menetes

Tapi tak kulonggarkan genggamanku

Darah ini menetes makin banyak

Mereka semua berteriak agar kulepaskan mawar ini

Tapi otakku tak mengizinkan genggamanku memberi respon

Tanganku justru menggenggam makin erat

Darah ini mulai mengucur deras

Air mataku mulai menetes

Tampaknya tak lagi sanggup kutahan sakit ini

Aku terjatuh berlutut

Tapi tetap mati-matian kupertahankan mawar di genggamanku

Tapi lukaku terlalu dalam

Hingga mawar di genggamanku terlepas

Meninggalkan banyak luka di tanganku

Jangan tanya rasanya!

Aku sedih teramat sangat kehilangan mawarku

Tapi harus kuakui ini melegakan!

Mawar itu takkan melukaiku lebih banyak lagi

Sudah terlalu banyak luka di sini

Tapi, bukankah yang namanya luka pasti bisa disembuhkan?

taken from : http://ngerumpi.com/baca/2010/02/03/tentang-melepaskan.html

February 3rd, 2010 at 9:13 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink


Dedicated to:

My thesis dedicated to:

My lovely Dad and My lovely Mom

Thank You for your love, care, attention, support, financial and everything…

I love you so much…

^_^

February 3rd, 2010 at 8:23 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink


Alhamdulilah…

Alhamdulilah… satu target sudah terselesaikan dengan baik malah sebelum batas waktu yang dijanjikan. Alhamdulilah, makasih ya Rabb… semoga ini menjadi awal yang baik untuk ku. Serta menjadikan aku lebih baik dari sebelumnya dan membuatMu makin sayang padaKu, dan aku pun juga demikian.  Amiiin…. ^_^

Tapi masih ada lagi terget berikutnya di bulan ini yang belum terlaksana, semoga juga tak lama lagi terlaksana, dan hasil yang didapat pun semoga baik, Amiiin……. ^_^

Makasiii Allah…………

February 3rd, 2010 at 8:17 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink


Belum Saatnya…

Sebagian dari diriku bilang.. aku ngga mau kehilangan kamu.. sebagian diriku yang lain berkata..

“kalau kamu ngga melepasnya… kamu akan selamanya berada di sini.. dalam posisi tergantung.. tidak maju dan juga tidak mundur.. hanya diam.. sementara yang lain sudah menemukan tujuannya masing2..”.

dan aku pun masih di sini.. memilih untuk menerima posisi diam, yang oleh sebagian orang adalah posisi gantung… karena aku masih punya secuil harapan.. bahwa engkau akan datang padaku.. suatu saat nanti.. dan mengatakan bahwa engkau menyayangiku dan memiliki perasaan yang sama denganku… walau aku tahu itu tidak akan pernah terjadi..

aku masih bisa berdiri tegak.. dengan semua keyakinan bahwa engkau akan menyayangiku.. menjadi milikku.. suatu saat nanti, entah kapan.. dan aku juga masih bisa tersenyum.. hanya dengan melihatmu ada di dekatmu.. walau tidak bersamaku..

tapi semua harapan itu musnah.. ketika akhirnya aku tahu.. dari sahabatku.. bahwa engkau akan menikah dengannya.. kekasihmu.. Aku tak tahu harus bahagia atau sedih… karena aku tahu ini adalah akhir penantianku.. akhir dari pertanyaan besar dalam kepalaku.. apakah engkau memiliki perasaan yang sama denganku.. dan aku pun akhirnya tahu.. jawabannya adalah tidak..

Jadi, di sinilah akhir cerita tentang kamu.. Tak akan ada lagi namamu di buku ini.. aku akan menutup kisahnya sampai di sini.. Berhenti menulis untuk sesaat.. hingga aku memiliki tokoh baru dalam ceritaku..

Aku memang pernah berharap memiliki sebuah cerita yang berakhir indah… Ada kita berdua.. menjadi sepasang kekasih.. dan kita bahagia.. Tapi kurasa bukan ini kisahnya.. Bukan sekarang saatnya..

Aku hanya harus bersabar.. Menanti pangeran sejatiku yang akan benar2 membuat kisah ini berakhir bahagia.. dan pangeranku ternyata bukan kamu… Aku yakin, akan ada tokoh lain mewarnai ceritaku.. cepat atau lambat.. Dan di saat yang tepat.. kisah ini pasti akan berakhir dengan kalimat favoritku..

“dan mereka pun akhirnya hidup bahagia selamanya…”

taken from : http://ngerumpi.com/baca/2010/01/28/belum-saatnya.html

January 29th, 2010 at 7:51 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink


Ku Ingin Kau Tau

Selama aku pergi
Ku akan mengingatmu
Tak hanya sementara
Selalu dan selalu kurindukan
Senyummu untukku di sini

Reff 1:
Ku ingin kau tahu
Meski pun ku jauh
Ku ada di hatimu
Ku ingin kau tahu
Meski pun kau jauh
Kau tetap milikku
Selamanya

Ku bernyanyi untukmu
Untukmu yang kurindukan
Tetaplah setia menungguku
‘Kan kembali

Reff 2:
Ku ingin kau tahu
Meski pun ku jauh
Kau ada di hatiku
Ku ingin kau tahu
Meski pun kau jauh
Kau tetap milikku
Selamanya

By : Adrian Martadinata

January 25th, 2010 at 9:03 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink