Sembuhkan luka ini
Sembuhkan luka ini Allah…
sakit…sakit…sakit…. saya gak kuat lagi.
Aku mohon, sembuhkan luka ini…. sampai kapan aku harus menahan rasa sakit ini…………
sakitttt Tuhan…. sakittt……. :((
Pliss Allah…
Allah, Yang Maha Menghendaki….
“Bila aku bukan bagian dari tulang rusuknya, kikislah pesonanya dari pandangan kedua mataku, pudarkanlah rasa ini. Pliss… Allah, Pliss…”
“Saya gak mau punya hati dengan yang bukan jodoh saya” mengutip jawaban seorang teman.
Kalau dia bukan orangnya, Pliss dong Allah jangan biarkan terus-terusan ada perasaan aneh dihati…
Thanks…
Buat temen2 seperjuangan terimaksih banyak telah saling mensupport untuk menyelesaikan tugas akhir yang cukup melelahkan ini. Biarlah proses yang melelahkan ini diganti olehNya dengan sesuatu yg luar biasa kemudian hari, Amiiin. “Jangan liat prosesnya tapi nikmati hasilnya kemudian hari” nasehat salah seorang kakak yang tahun kemarin wisuda.
Walau hanya dengan kata “SEMANGAT-SEMANGAT” tapi itu penuh makna dan mempunyai energi yang luar biasa, memacu untuk terus berjuang sampai acc. Kata “Semangat2″ yang di lontarkan diantara kita adalah untuk saling mengingatkan ketika salah satu down. Ayooo tetap semangat ya yang belum meyelesaikan, yang sudah harus belajar karena kita InsyaAllah rabu or jumat akan sidang. Semoga semua lulus dengan nilai baik. Amiiiiiiiiiiiinnn…..
Semakin deg-degan and nervous neh menjelang sidang… hohohohoho…..
Semoga di beri kemudahan, kelancaran, tak dipersulit dan menghasilkan nilai baik. Amiiin Ya Rabb…………….
Terharu… Hiks…hiks…hiks…
hr ini untuk anak dan istrinya. Hiks…hiks…hiks…
Sampai terharu aku melihatnya, bahkan ada setitik air di pelupuk mataku. Aku ingin membantunya mendorong karena tanjakan, tapi aku ada dalam angkot. Tuhan, beri dia kekuatan untuk menanjakkan gerobak itu dan beri bpk itu rejeki lebih hari ini. Amiiin….
Pelajaran hidup untuk hari ini bahwa kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita peroleh setiap detiknya.
Uuuuffffffff…………
Uuuuuffffffffffffff………………… MENYEBALKAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!
KESELLLLLLLLLLLLLL!!!!!!!!!!!!!!! MENJENGKELKAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ENYAH KAU DARI HADAPANKU DAN HIDUPKU!!!!!!!!!!!!!! PERGI AJA SONO KELAUTTTT!!!!!!!!!!!!
LOE PIKIR LOE SYAPA!!!!!!!!!!!! SOK BANGET SIEH JADI ORANG!!!!!!!!!!!!! SOMBONGGG!!!!!!!!!
BIKIN BADMOOD AJAH NIEH ORANG!!!!!!!!!!
PERGI-PERGI-PERGI!!!!!!!!!!!!!!!!
Tentang Melepaskan
Menyimpanmu di hatiku sama seperti menggengam mawar penuh duri
Durinya melukai tangan dan jariku
Tapi merah dan wangi mawar yang khas justru membuatku menggenggamnya lebih erat
Alhasil aku semakin terluka
Luka di genggamanku makin dalam
Darah mulai menetes
Tapi tak kulonggarkan genggamanku
Darah ini menetes makin banyak
Mereka semua berteriak agar kulepaskan mawar ini
Tapi otakku tak mengizinkan genggamanku memberi respon
Tanganku justru menggenggam makin erat
Darah ini mulai mengucur deras
Air mataku mulai menetes
Tampaknya tak lagi sanggup kutahan sakit ini
Aku terjatuh berlutut
Tapi tetap mati-matian kupertahankan mawar di genggamanku
Tapi lukaku terlalu dalam
Hingga mawar di genggamanku terlepas
Meninggalkan banyak luka di tanganku
Jangan tanya rasanya!
Aku sedih teramat sangat kehilangan mawarku
Tapi harus kuakui ini melegakan!
Mawar itu takkan melukaiku lebih banyak lagi
Sudah terlalu banyak luka di sini
Tapi, bukankah yang namanya luka pasti bisa disembuhkan?
taken from : http://ngerumpi.com/baca/2010/02/03/tentang-melepaskan.html
Dedicated to:
My thesis dedicated to:
My lovely Dad and My lovely Mom
Thank You for your love, care, attention, support, financial and everything…
I love you so much…
^_^
Alhamdulilah…
Alhamdulilah… satu target sudah terselesaikan dengan baik malah sebelum batas waktu yang dijanjikan. Alhamdulilah, makasih ya Rabb… semoga ini menjadi awal yang baik untuk ku. Serta menjadikan aku lebih baik dari sebelumnya dan membuatMu makin sayang padaKu, dan aku pun juga demikian. Amiiin…. ^_^
Tapi masih ada lagi terget berikutnya di bulan ini yang belum terlaksana, semoga juga tak lama lagi terlaksana, dan hasil yang didapat pun semoga baik, Amiiin……. ^_^
Makasiii Allah…………
Belum Saatnya…
Sebagian dari diriku bilang.. aku ngga mau kehilangan kamu.. sebagian diriku yang lain berkata..
“kalau kamu ngga melepasnya… kamu akan selamanya berada di sini.. dalam posisi tergantung.. tidak maju dan juga tidak mundur.. hanya diam.. sementara yang lain sudah menemukan tujuannya masing2..”.
dan aku pun masih di sini.. memilih untuk menerima posisi diam, yang oleh sebagian orang adalah posisi gantung… karena aku masih punya secuil harapan.. bahwa engkau akan datang padaku.. suatu saat nanti.. dan mengatakan bahwa engkau menyayangiku dan memiliki perasaan yang sama denganku… walau aku tahu itu tidak akan pernah terjadi..
aku masih bisa berdiri tegak.. dengan semua keyakinan bahwa engkau akan menyayangiku.. menjadi milikku.. suatu saat nanti, entah kapan.. dan aku juga masih bisa tersenyum.. hanya dengan melihatmu ada di dekatmu.. walau tidak bersamaku..
tapi semua harapan itu musnah.. ketika akhirnya aku tahu.. dari sahabatku.. bahwa engkau akan menikah dengannya.. kekasihmu.. Aku tak tahu harus bahagia atau sedih… karena aku tahu ini adalah akhir penantianku.. akhir dari pertanyaan besar dalam kepalaku.. apakah engkau memiliki perasaan yang sama denganku.. dan aku pun akhirnya tahu.. jawabannya adalah tidak..
Jadi, di sinilah akhir cerita tentang kamu.. Tak akan ada lagi namamu di buku ini.. aku akan menutup kisahnya sampai di sini.. Berhenti menulis untuk sesaat.. hingga aku memiliki tokoh baru dalam ceritaku..
Aku memang pernah berharap memiliki sebuah cerita yang berakhir indah… Ada kita berdua.. menjadi sepasang kekasih.. dan kita bahagia.. Tapi kurasa bukan ini kisahnya.. Bukan sekarang saatnya..
Aku hanya harus bersabar.. Menanti pangeran sejatiku yang akan benar2 membuat kisah ini berakhir bahagia.. dan pangeranku ternyata bukan kamu… Aku yakin, akan ada tokoh lain mewarnai ceritaku.. cepat atau lambat.. Dan di saat yang tepat.. kisah ini pasti akan berakhir dengan kalimat favoritku..
“dan mereka pun akhirnya hidup bahagia selamanya…”
taken from : http://ngerumpi.com/baca/2010/01/28/belum-saatnya.html
Ku Ingin Kau Tau
Selama aku pergi
Ku akan mengingatmu
Tak hanya sementara
Selalu dan selalu kurindukan
Senyummu untukku di sini
Reff 1:
Ku ingin kau tahu
Meski pun ku jauh
Ku ada di hatimu
Ku ingin kau tahu
Meski pun kau jauh
Kau tetap milikku
Selamanya
Ku bernyanyi untukmu
Untukmu yang kurindukan
Tetaplah setia menungguku
‘Kan kembali
Reff 2:
Ku ingin kau tahu
Meski pun ku jauh
Kau ada di hatiku
Ku ingin kau tahu
Meski pun kau jauh
Kau tetap milikku
Selamanya
By : Adrian Martadinata

